(Kegiatan Kemasyarakatan)
Ahmad Sholichul Muttaqin

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, SMA Terpadu Darur Roja kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan berupa kerja bakti bersih mushola sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan ibadah dan pembinaan karakter peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembiasaan nilai-nilai religius, sosial, dan tanggung jawab bersama yang menjadi ciri khas pendidikan terpadu di SMA Terpadu Darur Roja.
Kegiatan kerja bakti melibatkan siswa-siswi, guru, serta warga sekolah dengan fokus utama pada pembersihan area mushola dan lingkungan sekitarnya. Berbagai aktivitas dilakukan secara gotong royong, mulai dari menyapu dan mengepel lantai, membersihkan tempat wudhu, merapikan karpet, hingga membersihkan halaman dan saluran air. Antusiasme peserta terlihat dari pembagian tugas yang tertata dan kerja sama yang solid antar siswa, mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Pelaksanaan kerja bakti ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, dan sehat menjelang pelaksanaan ibadah puasa, tetapi juga menjadi sarana edukatif bagi siswa. Melalui kegiatan ini, siswa dibiasakan untuk menghargai kebersihan sebagai bagian dari iman serta memahami pentingnya menjaga fasilitas umum yang digunakan bersama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tertanam dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Selain aspek kebersihan fisik, kegiatan ini juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Menyambut Ramadhan dengan membersihkan mushola diharapkan dapat menumbuhkan kesiapan mental dan spiritual warga sekolah dalam menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk. Lingkungan yang bersih dan tertata diyakini dapat meningkatkan kenyamanan serta kualitas ibadah selama bulan suci.
Secara keseluruhan, kerja bakti bersih mushola yang diselenggarakan oleh SMA Terpadu Darur Roja merupakan kegiatan tahunan yang memiliki dampak positif berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter religius siswa. Dengan konsistensi pelaksanaan setiap tahun, kegiatan ini diharapkan terus menjadi tradisi baik yang mempererat hubungan antara sekolah, peserta didik, dan lingkungan sekitar.

Beri Komentar