
Pendidikan adalah suatu pembelajaran atau formalitas yang hanya satu kali jalan. Hanya satu kali jalan yang mengikuti alur ketetapan dari pemerintahan, contoh di Indonesia ini, mulai dari Taman kanak-kanak , Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Akhir, mungkin hingga perkuliahan . Di Indonesia Pendidikan telah tersistem sedemikian rupa, maka dari itu pendidikan bisa dibilang hanya satu kali jalan sudah tersistem tersusun rapi yang tak mungkin untuk diulangi kembali saat telah lewat usia. Lewat usia merupakan masa lampau, maka dari itu masa lampau pasti telah berlalu yang mungkin sulit diulang kembali.
Mengenai sistem pendidikan di Indonesia yang telah dirancang sedemikian rupa yang pastinya hanya untuk mempermudah jalannya pendidikan. Tetapi, masih juga banyak kekurangannya. Di Indonesia terlalu fokus pada lamanya durasi yang bisa memberikan efek jenuh, teori-teori yang sulit dipahami tanpa praktek dan kurikulum yang terus berubah-ubah yang mempersulit berjalannya pendidikan. Setiap gantinya kurikulum semua Guru dan Murid harus memahami jalannya kurikulum tersebut, yang mungkin membutuhkan adaptasi kembali. Memang, ini adalah kekurangan pendidikan di Negara ini yang tidak terelakkan. Tetapi, dengan adanya kekurangan ini tidak bisa hanya mengeluh tentang persoalan ini. DI sini semua berjuang dengan caranya masing-masing, mulai dari pemerintahan yang berjuang merancang semua sistem pendidikan. Para pendidik yang berjuang mengikuti sistem pendidikan yang di sistem oleh pemerintahan dan mendidik anak didiknya sebaik mungkin. Dan sebagai pelajar, juga harus berjuang dengan menghargai proses dalam menempuh pendidikan dan tidak hanya meningkatkan keluh kesah saja.
Oleh sebab itu, sebagai pelajar harus ingat tentang apa dan bagaimana menghargai proses dalam menempuh pendidikan. Menghargai proses adalah sesuatu bagaimana kita menghayati dan sikap peduli dalam melakukan pekerjaan ataupun perbuatan. Pernyataan di atas menunjukkan bahwa menghargai proses merupakan penghayatan dan sikap peduli diri kita dalam segala apa pun. Sebagaimana dalam pendidikan sikap menghargai proses sangat harus dikembangkan sejak dini, dikarenakan sikap tersebut banyak sekali manfaat seperti halnya menumbuhkan sikap peduli, menambah semangat dalam belajar dan tidak mudah pantang menyerah. Bukan hanya itu sikap menghargai proses dalam pendidikan juga dapat menghambat sikap obsesi terhadap hasil akhir, yang dapat menimbulkan kecenderungan mendapatkan hasil akhir yang memuaskan dengan cara apa pun entah itu baik maupun buruk.
Jadi menghargai proses dalam pendidikan sangatlah penting, diperkuat dengan adanya ajaran Islam dengan sepenggal hadist nabi. Yang artinya “mencari ilmu itu wajib” dari sepenggal hadist tersebut dapat digambarkan bahwasanya hasil itu tidak penting yang penting itu prosesnya. Dan dikuatkan dengan hitungan seperti 1+1=2, dua ini tidak hanya dihasilkan dari satu tambah satu tapi juga bisa dihasilkan dari lima dikurangi dua, empat dikurangi dua dan juga lain sebagainya. Dari pernyataan ini dapat diaplikasikan dua tersebut tidak hanya dihasilkan dari satu tambah satu, tetapi, banyak proses yang bisa menghasilkan dua. Inilah pentingnya proses tanpa mementingkan hasil.
Mari, tanam dalam dalam diri masing-masing sebelum menyebar luaskan. Sebagaimana sebuah kebun, ia selalu dimulai dari satu pohon kecil, lalu tumbuh, tumbuh, tumbuh sampai jadi kebun hijau yang rindang. Menyejukkan lingkungan sekitar. Semoga tercapai.
JALANKANLAH PROSES APAPUN DEMI KEBAIKAN TANPA PROTES.

Penulis : Muhammad Fajar Rifai
Nama Pena : Mufari118
Alamat :
Motto :

Beri Komentar