Jumat, 19-06-2026
  • Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja'
  • Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja' Selamat datang di laman resmi SMA Terpadu Darur Roja'

Apa Iya Islam yang Ngebikin Bangsa Arab Jadi Maju?

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Dwi Rahma Putri Zakiyah


Sebelum Islam muncul di sekitar abad ke-7 Masehi, kehidupan masyarakat di Jazirah Arab berada dalam masa keterbelakangan yang sering disebut sebagai zaman jahiliah, atau zaman ketidaktahuan dan kebodohan. Orang-orang Arab tradisional zaman dulu atau yang biasa disebut orang Badui umumnya hidup secara nomaden dan berpindah-pindah menggunakan tenda dalam kelompok suku yang relatif kecil. Karena tidak mengenal sistem hukum formal dan antar suku selalu bermusuhan, satu-satunya prinsip adat yang mereka pegang hanyalah melindungi kelompok sendiri dari kelompok lain, di mana urusan atau masalah sering kali diselesaikan dengan duel. Di samping identitas kesukuan mereka yang sangat kuat, satu-satunya tradisi Badui yang bisa dibanggain saat itu hanyalah kepiawaian mereka dalam membuat syair-syair, sementara sisanya bisa dibilang masih barbar.

Masyarakat Arab zaman dulu juga dikenal sangat patriarkis di mana semua kontrol berada di tangan laki-laki, khususnya kepala suku yang dipanggil Syekh. Patriarki di orang Badui ini sangat ekstrem karena perempuan sama sekali tidak punya peran, tidak punya hak atas properti suku, dan hanya dijadikan objek untuk menghasilkan keturunan atau pemuas laki-laki saja. Perempuan bahkan sering kali jadi objek transaksi pernikahan, disamain kayak harta rampasan perang yang boleh dikawinin kalau kelompoknya kalah, hingga sering dianggap beban yang memicu adanya praktik mengubur anak perempuan hidup-hidup demi menghilangkan aib. Selain itu, laki-laki badui zaman itu tidak dibatasi untuk mengawini berapa pun perempuan, dan yang lebih gila lagi, kalau suami meninggal maka para istri tersebut akan diwariskan kepada anak laki-laki dari suaminya tersebut, kecuali ibu kandung si anak itu sendiri.

Di samping suku yang hidup nomaden, tetap ada kota-kota yang berkembang di wilayah Hijaz yang subur seperti Makkah dan Yatsrib atau yang sekarang kita kenal sebagai Madinah. Makkah sudah sejak dulu dihormati sebagai pusat aktivitas keagamaan karena keberadaan Ka’bah sebagai tempat yang sangat suci, namun bedanya dulu di sekitar Ka’bah justru dipenuhi oleh sekitar 360-an arca atau berhala dari berbagai kepercayaan seperti penyembah dewa, leluhur, zoroaster, Yahudi, hingga Kristen. Karena menjadi pusat aktivitas religi tempat bertemunya orang-orang, Makkah akhirnya berkembang pesat menjadi pusat perdagangan, begitupun dengan kota Yatsrib yang berkembang menjadi pusat pertanian dan perdagangan sibuk yang memunculkan sistem keuangan riba. Selain wilayah utara yang nomaden, wilayah Arab Selatan atau Yaman juga sempat memiliki sistem masyarakat maju yang melahirkan Kerajaan Himyar sebelum akhirnya direbut Kerajaan Kristen Aksum dari Etiopia di bawah penguasa Raja Abraha yang sempat ingin menghancurkan Ka’bah demi menyaingi Makkah.

Setelah Nabi Muhammad hadir dengan agama Islamnya, kehidupan dan peradaban masyarakat Arab mengalami perubahan yang sangat drastis. Suku-suku yang sebelumnya sering terlibat konflik pelan-pelan diajak berdamai dan bersatu, salah satunya lewat perjanjian damai dalam Piagam Madinah. Munculnya Islam dengan kitab suci Al-Qur’an juga membuat masyarakat Arab akhirnya memiliki landasan hukum resmi yang disepakati bersama untuk hidup rukun, yang kemudian menjadi kunci menyatunya bangsa Arab. Tidak hanya itu, peran perempuan di masyarakat menjadi jauh lebih dihargai karena mereka mulai memiliki hak atas properti dan tidak lagi dianggap sebagai objek doang. Pernikahan yang dulunya membebaskan laki-laki beristri berapa saja akhirnya dibatasi maksimal menjadi empat pasangan, di mana poligami dalam Islam sebenarnya hadir sebagai bentuk pembatasan dari tradisi zaman dulu agar perempuan menjadi lebih merdeka dan lebih dimanusiakan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Juni 2026
M S S R K J S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Agenda

Pengumuman

Info Sekolah

SMA Terpadu Darur Roja'

NSPN : 69829177
Jl. KH. Wahid Hasyim No. 01 Desa Selokajang Kec. Srengat Kab. Blitar 66152
TELEPON +6285123751712
EMAIL smaterpadudarurroja@gmail.com
WHATSAPP +6285123751712