oleh M Dio
Alam semesta/Lingkungan adalah tempat tinggal makhluk hidup, seperti manusia, binatang, tumbuhan dll. Kita sebagai manusia harus bisa menjaga lingkungan/ alam semesta ini. Seperti membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon ditempat yang belum di tanami pohon dll. Karena jika kita menjaga alam semesta ini tidak kompak akan menimbulkan bencana. Terkadang manusia sangat lalai dengan membuang sampah sembarangan, yang berdampak banjir. Bacalah ayat di bawah ini:
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَا خْتِلَا فِ الَّيْلِ وَا لنَّهَا رِ وَا لْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ
بِمَا يَنْفَعُ النَّا سَ وَمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَآءِ مِنْ مَّآءٍ فَاَ حْيَا بِهِ الْاَ رْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ کُلِّ دَآ بَّةٍ ۖ وَّتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ وَا لسَّحَا بِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
Artinya: sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang. Kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) Yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air. Lalu Dengan itu dihidupkan-nya bumi setelah mati (kering). Dan dia tebarkan di dalamnya ber macam macam binatang. Dan perkisaran angin dan awan yang di kendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti. (Qs. Al-Baqarah 2: Ayat 164)
Dalam pembahasan kondisi lingkungan hidup di Indonesia, fakta lain menunjukkan bahwa alam negeri ini telah mengalami kerusakan yang cukup parah baik di darat, laut, maupun udara. Faktanya, sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kerusakan lingkungan. Hal ini terlihat jelas pada meningkatnya bencana alam. Banjir dan tanah longsor pada musim hujan serta kabut dan kebakaran hutan pada musim kemarau. Kerusakan ini diakibatkan oleh ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan ambisi pribadi. Hujan yang sangat deras sering kali menyebabkan banjir dan tanah longsor. Namun banjir dan tanah longsor sebagian besar disebabkan oleh faktor ulah manusia, Seperti menebang pohon ilegal dll.
Seperti yang dijelaskan oleh ayat di bawah ini:
ظَهَرَ الْفَسَا دُ فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّا سِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Artinya: Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Qs Ar-rum 30: ayat 41).
Kerusakan lingkungan seperti perluasan lahan kritis, kurangnya kawasan hijau dan hutan, pembangunan permukiman di dataran banjir, intervensi regional, pengelolaan sampah yang buruk, pertanian di lereng atau pegunungan tanpa prinsip pelestarian alam, dan lain-lain menjadikan wilayah tersebut lebih rentan terhadap banjir dan tanah longsor. Di sini diperlukan kesadaran untuk mencintai alam dan lingkungan hidup sesuai perintah Sang Pencipta Yang Maha Kuasa. Berapa banyak ruang yang Tuhan berikan kepada seluruh penghuni bumi ini untuk dimanfaatkan bagi kebutuhan hidupnya, asalkan dibarengi dengan kesadaran untuk menjaga keseimbangan dan keberlanjutan hidup yang damai.
Pencegahan terhadap kerusakan lingkungan hidup tidak hanya dilakukan secara lahiriah, namun juga melalui kesadaran manusia itu sendiri, yang tidak lepas dari keimanan. Amar juga dari kesadaran manusia itu sendiri yang tidak dapat dipisahkan dari iman. Amar ma’ruf nahi dan mungkar adalah dua kata umum, yang pertama mencakup semua amalan yang bermanfaat. Perusakan alam dan lingkungan dalam Al-Qur’an dan Hadits termasuk dalam pengertian kemunkaran.
Beberapa bencana yang ada di indonesia sebagai berikut:
Banjir adalah ulah tangan manusia itu sendiri, Seperti membuang sampah sembarangan ke sungai. Seperti ini akan menimbulkan sungai mampet dan air akan Naik dan terjadi banjir. Lingkungan harus menerapkan penghijauan ke lahan-lahan yang kosong, untuk mengurangi skala air yang tinggi. Bisa juga menebang pohon secara liar dan tanpa izin, air tidak ada yang menyerap maka terjadilah banjir.
Saat musim kemarau yang panjang, tanah akan mengering dan membentuk rongga pecah-pecah atau pori-pori. Ketika musim hujan, air hujan akan masuk dan meresap ke dalam tanah yang retak dan memenuhi rongga, sehingga terjadilah pergeseran tanah. Tanah yang bergeser menyebabkan erosi tanah dan kemudian terjadi longsor.
Gerakan pencegahan bencana lingkungan

Beri Komentar